RSS
Tampilkan postingan dengan label Siraman Rohani. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Siraman Rohani. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Oktober 2011

Bahagia dan Do'a

‎1 hal yg membuat kita BAHAGIA adalah KASIH SAYANG
1 hal yg membuat kita DEWASA adalah MASALAH
1 hal yg membuat kita HANCUR adalah PUTUS ASA
1 hal yg membuat kita MAJU adalah USAHA
1 hal yg membuat kita KUAT adalah DO'A ...

Jadi agar hari ini lebih INDAH...
Sebarkanlah KASIH SAYANG kepada sesama,
Bersahabat dengan MASALAH,
Tidak PUTUS ASA, terus berUSAHA...
dan selalu berDO'A kepada yang Maha Kuasa

Kunjungi kembali www.muhasabah-qalbu.blogspot.com untuk mengethaui kata-kata bijak lainnya.
Semoga bermanfaat. J

Jangan Bersedih ! :)


Jangan sedih bila orang lain tidak memahami anda..
Tapi sedihlah karena anda tidak mau memahami orang lain.

... Jangan sedih bila orang lain tidak mempercayai anda..
Tapi sedihlah karena anda tidak percaya diri sendiri.

Jangan sedih bila orang lain tidak memberi kesempatan kepada anda..
Tapi sedihlah karena anda belum buat persiapan.

Jangan sedih bila orang lain tidak menghargai anda..
Tapi sedihlah karena anda tidak bisa menghargai orang lain.

Jangan sedih bila orang lain menghina anda..
Tapi sedihlah karena anda membuat hina diri sendiri.

Jangan sedih bila orang lain memaki anda..
Tapi sedihlah karena anda bermulut jahat pada orang lain.

Jangan sedih orang selalu mengritik kita..
Tapi sedihlah karena anda tak pernah mau perbaiki diri.

Jangan sedih karena anda selalu jatuh..
Tapi sedihlah karena anda tak mau bangkit kembali.

Jangan sedih karena perjalanan hidup anda pahit getir..
Tapi sedihlah karena anda tak pernah belajar dari pengalaman.

INGATLAH..
Kunci masalah selalu ada dalam diri, bukan di luar

*Deden Wahyudin*
Kunjungi kembali www.muhasabah-qalbu.blogspot.com untuk mengetahui kata-kata bijak lainnya.
Semoga bermanfaat. J

Selasa, 18 Oktober 2011

Tundai Duniami, Dahulukan Akhiratmu

“Yah, aku boleh nanya nda?” tanya seorang anak pada ayahnya. Saat itu mereka baru saja shalat Ashar di mushalla salah satu tempat wisata.

Sang Ayah tersenyum. Ada yang tak biasa dengan putrinya.” Kamu itu lho! Beli jajan nda pakai ijin Ayah dulu, giliran nanya pakai minta ijin segala. Mau tanya apa?”

“Tapi Ayah janji, nda boleh marah ya?” sang bocah berusaha mensejajarkan langkahnya.

“Insya Allah. Ayo, mau tanya apa?”

“Ayah kalau nolong orang suka pilih-pilih, ya?” tanya sang anak, ragu-ragu.

Sang ayah menghentikan langkahnya, terkejut.” Maksudnya?”

“Iya, suka mbeda-bedain!” jawab sang anak santai.”Buktinya tadi waktu ada ibu-ibu mau pinjam mukena, Ayah nyuruh aku shalat dulu, baru meminjamkan mukenaku.”

“Oh, itu!”

“Tadi siang, waktu aku antri di kamar mandi, Ayah minta aku ngalah, memberikan antrianku pada mbak-mbak yang pakai baju biru. Mentang-mentang dia lebih muda dan cantik ya, Yah?”

“Astaghfirullah! Bukan begitu, anakku!”

“Lalu?”

“Begini. Ayah menyuruhmu mengalah saat antri di depan kamar mandi karena Ayah melihat orang itu sudah sangat kepayahan menahan sakit perutnya. Ayah tidak memperhatikan usia ataupun wajahnya, tapi Ayah bisa merasakan kecemasannya. Sejak datang, ia sudah memegangi perutnya. Ayah khawatir, jika kamu tidak memberikan antrianmu, dia tak bisa lagi menahan. Kalau itu sampai terjadi, apa kamu tega? Sementara kamu masih bisa menahan untuk berkemih.”

“Ibu-ibu yang di mushalla? Apa tidak lebih baik jika aku meminjamkan mukena padanya dulu. Pahalaku kan jadi berlipat ganda!”

“Anakku, jika aku menyuruhmu shalat dulu baru meminjamkan mukenamu, sungguh bukan karena yang meminjam adalah seorang ibu-ibu. Bukan! Bukan itu. Ketahuilah, anakku. Sama-sama menolong, tapi untuk urusan dunia berbeda dengan urusan akhirat, atau ibadah. Untuk urusan dunia, kita dianjurkan mengutamakan kepentingan orang lain, kepentingan umum bahkan di atas kepentingan pribadi. Tapi untuk urusan ibadah, jika tidak bisa dilakukan bersama-sama, karena tidak membawa mukena seperti yang terjadi pada ibu tadi misalnya, tunaikan kewajiban sendiri dulu, baru orang lain.”

“Kok, begitu?”

“Begini, seumpama kamu diberi pilihan, siapakah yang akan memasuki pintu syurga pertama kali, apakah kamu akan memberikan kesempatan itu pada orang lain?”

“Tidak! Aku dulu”

“Nah, begitulah gambarannya. Ini bukan akal-akalan Ayah, ini yang Rasulullah contohkan. Untuk urusan ibadah, jika tidak bisa bersama-sama, kita utamakan diri sendiri dulu. Bukan egois, bukan pula tidak peduli dengan orang lain, tapi agar kita selalu bersegera melakukan kebaikan (ibadah). Bisa dimengerti?”

Sang anak hanya mengangguk.

“Masih menuduh Ayah pilih-pilih?”

Sang anak hanya menggeleng, tersipu malu.

“Untuk urusan dunia, kau boleh menunda keperluanmu, tapi untuk urusan ibadah, jangan tunda waktumu!”



(Sumber: http://www.dakwatuna.com/2011/10/15192/tunda-duniamu-segerakan-akhiratmu/#ixzz1aStDI4DG)

Semoga bermanfaat. Kunjungi kembali www.muhasabah-qalbu.blogspot.com untuk cerita inspirasi lainnya. J
http://4antum.files.wordpress.com/

Aku Bersyukur Atas Segala Nikmat-Mu Ya ALLAH

Suatu kali aku pernah berfikir andaikan setiap manusia dapat menikmati apa arti anugrah dari Allah, tentu semua akan mendapat kebahagiaan… namun setelah setengah tahun ini aku baru menyadari kebahagiaan akan terasa jika kita tidak menjadikan beban hidup sebagai kesusahan, namun sebagai rasa syukur karena kita dapat melalui cobaan itu. Rasa syukur atas apa yang kita miliki… dan sekarang aku mengerti… setiap orang telah diberi kebahagiaan yang sangat melimpah ruah…
Jika kita mau bersyukur kita akan tahu betapa besar nikmat yang selama ini kita peroleh namun sayangnya belum kita syukuri…
Ketika kita melihat orang lain mengendarai mobil, motor dsb sedangkan kita hannya berjalan kaki terkadang aku mengeluh.. “seandainya aku punya mobil itu”, namun apakah kita sadar sebernarnya kita punya sesuatu yang lebih berharga, dan lebih bermakna daripada mobil tsb… kita mempunyai kaki yang sangat berharga… yang dapat kita gunakan untuk berjalan… berkerja… dan lain sebagainya…
Andai kata jika allah berkata akan Ku berikan semua mobil yang paling bagus di dunia ini untukmu tapi Aku akan mengambil kedua kakimu karena kamu lebih menginginkan mobil tersebut…
Dan apabila Allah berkata Aku akan berikan Semua Emas yang ada di dunia ini kepadamu, namun Aku akan mengambil nikmat sehat darimu, apakah kitamau??? Apakah kita bersedia??? Saudaraku semuanya yang dirahmati Allah dan wahai diriku, marilah Bersyukur atas segala nikmat yang telah kita terima. Karena syukur adalah nikmat yang paling besar untuk kita… karena dengan bersyukur kita akan tahu betapa Maha Baik dan  betapa sayangnya Allah kepada kita,dan dengan bersyukur kita akan tahu bahwa nikamat yang di berikan Allah kepada kita selama ini sungguh sangat sangat banyak,bahkan tak akan mampu kita menghitungnya.

Dalam sebuah hadits diceritakan bahwa pada suatu tengah hari, ketika cuaca panas terik, Abu Bakar Sidik r.a. keluar dari rumahnya kemudian mendatangi masjid Nabawi dengan keadaan gelisah. Ketika diketahui oleh Umar r.a. maka beliau pun datang ke masjid itu lalu bertanya kepada Abu Bakar r.a. "Untuk apakah engkau berada di sini dalam keadaaan begitu panas terik?" Beliau r.a. menjawab, "Terpaksa, karena saya menderita lapar." Umar r.a. berkata, "Demi Zat yang nyawaku berada dalam genggaman-Nya, itu pulalah yang menyebabkan saya datang ke sini." Sementara itu Rasulullah saw. pun datang ke masjid itu kemudian bertanya kepada mereka, "Untuk apakah kalian datang ke sini?"  Mereka menjawab, "Kami terpaksa ya Rasulullah, karena menderita kelaparan yang tidak tertahankan." Maka Rasulullah  saw. juga berkata, " Hal itu pulalah yang menyebabkan saya datang ke sini."
     Kemudian ketiga-tiganya berangkat hingga sampai di rumah Abu Ayub Ansari r.a. yang pada waktu itu tidak ada di rumah, tapi isterinya menyambut dengan begitu gembira. Rasulullah bertanya, "Kemanakah Abu Ayub?’ Isteri Abu Ayub berkata bahwa suaminya sebentar lagi akan pulang. Tidak berapa lama kemudian Abu Ayub pun tiba, segera beliau memetik setangkai buah kurma lalu menghidangkannya. Rasulullah saw. bertanya, "Mengapa dibawa setangkai yang buahnya sebagian matang sebagian mentah. Bukankah lebih baik jika dibawa yang matang saja.
     Abu Ayub r.a. menjawab, "Saya membawa semuanya, agar dapat memilih, karena ada yang senang  buah kurma matang ada pula yang senang buah kurma mentah."
      Mereka pun kemudian memakan kurma itu, sementara Abu Ayub r.a. menyembelih seekor anak kambing kemudian setengah dagingnya digoreng dan setengah lagi digulai kemudian dihidangkan di hadapan tamu yang mulia itu. Rasulullah saw. mengambil sepotong roti dan sedikit daging kemudian diserahkan kepada Abu Ayub Ansari r.a. sambil bersabda, "Makanan ini hendaknya engkau sampaikan kepada anak kesayanganku Fatimah, karena sudah beberapa hari dia tidak memperoleh makanan." Beliau segera pergi menyampaikan makanan itu kepada Fatimah r.a.
    Mereka pun memakan roti dan daging itu. Kemudian Rasulullah saw. berkata, "Kita telah menikmati roti, daging, buah kurma baik yang masak maupun  yang mentah ."  Air mata  Rasulullah saw. bercucuran  sambil  bersabda, " Inilah nikmat-nikmat yang akan  ditanya pada hari kiamat." Mendengar hal itu para sahabat r.a. terkejut dan merasa sedih (karena kenikmatan itu diperoleh setelah menderita kelaparan yang amat sangat, dan akan ditanya pada hari kiamat). Rasulullah saw. bersabda," Mensyukuri nikmat-nikmat Allah itu telah diwajiban dan caranya adalah, mulailah makan dengan mengucapkan Bismillaah dan apabila selesai menikmatinya, bacalah
  "Alhamdulilaahil ladzii huwa assba’ana wa an ngama  a’laina  wa afdhol"
Segala puji bagi Allah yang telah mengenyangkan kami dan memberi kami kenikmatan yang banyak.

Banyak lagi riwayat mengenai perkara ini, yang tidak akan saya kemukakan di sini. Karena tujuan saya di sini hanyalah memperlihatkan betapa banyak firman Allah mengenai kehinaan dunia dan dunia tidak layak untuk mendapatkan perhatian yang sangat besar, karena dibandingkan dengan akhirat dunia adalah sangat kecil. Dan sibuk dengan urusan dunia dapat menyebabkan kerugian besar sehingga sampai kepada azab Allah Swt.. Berulang-ulang Allah Swt. memberi peringatan mengenai hal ini didalam ayat-ayatNya. Yang mengherankan dan memalukan adalah kelalaian manusia terhadap hal ini semakin bertambah  besar  sedangkan peringatan dari Allah Swt. begitu banyak. Bagaimana kita dapat menghadap Allah dengan menghadapkan wajah kita kepadaNya.

Ampunilah Hamba yang telah lalai karana kenikmatan dunia yang hannya sesaat
Ampuni hamba yang lalai bersujud padamu
Ampuni hamba yang telah menyianyiakan apa yang telah engkau beriakan padaku
Ampuni hamba yang telah lalai bersyukur atas semua nikmatmu
Ampuni Aku ya Allah….
Ampuni Aku Ya Allah…
Ampuni…Aku…
Ampuni.. Aku…
Jadiaknya hati ini seperti sebuah oase di padang pasir yang senantiasa memberikan air untuk musyafir yang dahaga
Jadikanlah hamba menjadi manusia yang pandai bersyukur…
Amin ya Allah ya Robbal Alamin.
source from:

Rabu, 28 September 2011

4 Hal yang Seharusnya Dicari Manusia

Salah seorang cendekiawan berkata, “Ada empat hal yang kita cari, akan tetapi kita salah jalan. Kita mengira bahwa kaya itu karena banyaknya harta, padahal kaya terletak pada hidup yang qona'ah. Kita mengira bahwa ketenangan itu karena banyaknya harta, padahal ketenangan itu berada dalam sedikitnya harta. Kita mengira bahwa kemuliaan itu berada dalam apa yang dapat dilihat oleh makhluk, padahal kemuliaan itu berada dalam taqwa. Kita mengira bahwa kenikmatan itu berada dalam makan dan minum, padahal kenikmatan itu berada dalam terhapusnya dosa.” (Di dalam buku TANBIHUL GHAFILIN karya Al-Faqih Abu Laits As-Samarqandi)

picture from: www.curhat.annoarea.net

Penghambaan (Do'a Seorang Hamba)

 “Bismillahirrahmanirrahim”
Ya Rabb,  jadikan aku… Menjadi muslim yang jauh dari sifat egois,
Menjadi muslim yang jauh dari sifat kikir,
Menjadi muslim yang jauh dari sifat tamak,
Menjadi muslim yang mendahulukan saudaranya dari pada dirinya sendiri,
Menjadi muslim yang tidak pernah menghina saudara-saudaranya,
Dan tidak pernah membiarkan saudaranya dihina atau menghina,
Ya Rabb,  jadikan aku… Menjadi muslim yang CUKUP KUAT mengatasi KELEMAHANNYA,
Menjadi muslim yang CUKUP BERANI mengatasi KETAKUTANNYA,
Ya Rabb,  Jadikan aku… Menjadi muslim yang BANGGA dan TEGUH DALAM KEKALAHAN,
Menjadi muslim yang berbelas kasih terhadap mereka yang gagal,
Ya Rabb,  Aku mohon agar aku… JANGAN dipimpin di atas jalan yang mudah dan lemah Tetapi di bawah TEKANAN dan DESAKAN, KESULITAN dan TANTANGAN !!!
Didiklah aku… supaya TEGUH BERDIRI DI ATAS BADAI !!!
Jadikan aku… Menjadi muslim yang senantiasa ingat kepada-Mu
Menjadi muslim yang mencintai-Mu…
Ya Rabb..
Aku hanyalah sebutir pasir di gurun-Mu yang luas
Aku hanyalah setetes embun di lautan-Mu yang meluap hingga ke seluruh samudra…
Aku hanya sepotong rumput di padang-Mu yang memenuhi bumi.
Aku hanya sebutir kerikil di gunungMu yang menjulang menyapa langit.
Aku hanya seonggok bintang kecil yang redup di samudra langit Mu yang tanpa batas…
Ya Rabb…
Hamba yang hina ini menyadari tiada artinya diri ini di hadapan-Mu.
Tiada Engkau sedikitpun memerlukan akan tetapi hamba terus menggantungkan segunung harapan pada-Mu…
Ya Rabb, baktiku tiada arti,  ibadahku hanya sepercik air..
Bagaimana mungkin sepercik air itu dapat memadamkan api neraka-Mu!
Betapa sadar diri begitu hina dihadapan-Mu,
Jangan jadikan hamba hina dihadapan makhluk-Mu,
Diri yang tangannya banyak maksiat ini,
Mulut yang banyak maksiat ini,
Mata yang banyak maksiat ini
Hati yang telah terkotori oleh noda ini memiliki keinginan setinggi langit,
Mungkinkah hamba yang hina ini menatap wajah-Mu yang mulia???
Tuhan Kami semua fakir di hadapan-Mu tapi juga kikir dalam mengabdi kepada-Mu
Semua makhlukMU meminta kepada-Mu dan pintaku,
Ampunilah aku dan sudara-saudaraku yang telah memberi arti dalam hidupku.
Sukseskanlah mereka mudahkanlah urusannya dalam menegakkan Syari’at-Mu.
Mungkin tanpa kami sadari , kami pernah melanggar aturan-Mu
Melanggar aturtan qiyadah kami, bahkan terlena dan tak mau tahu akan amanah yang telah Engkau percayakan kepada kami, Ampunilah kami.
Pertemukan kami dalam Syurga-Mu dalam bingkai kecintaan kepada-Mu
Ya Rabb, Siangku tak selalu dalam iman yang teguh
Malamku tak senantiasa dibasahi airmata taubat,
Pagiku tak selalu terhias oleh dzikir pada-Mu-.
Begitulah si lemah ini dalam upayanya yang sedikit.
Janganlah kau cabut nyawaku dalam keadaan lupa pada-Mu
Atau dalam maksiat kepada-Mu melainkan dalam keimanan fii SABILILLAH!
Amin Ya Rabb….

picture from: www.artprian.files.wordpress.com



6 Tips Istiqomah dalam Ibadah

6 tips agar bisa istiqamah hingga akhir hayat yang diambil dari buku Kemuliaan Muslimah Penggenggam Bara Api, karya DR. Muhammad bin ‘Abdirrahman al-’Uraifi

1. Selalu memohon pertolongan kepada Allah
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam sangat sering memanjatkan do’a:

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ ثَبِّتْ قَلْبِيْ عَلَى دِيْنِكَ

“Ya Rabb Yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu.” [HR. At-Tirmidzi (no. 3522). Lihat Shahiih Sunan at-Tirmidzi (III/171)]

Ketika ditanyakan kepada beliau tentang hal itu, beliau pun menjawab, “Sesungguhnya tidaklah bani Adam itu melainkan hatinya berada di antara dua jari dari jari jemari Allah. Maka siapa yang Dia kehendaki akan ditetapkan (hatinya) dan siapa saja yang Dia kehendaki akan dipalingkan (hatinya).” [Lihat Silsilah ash-Shahiihah (no. 2091)]

Hanya milik Allah-lah segala taufik dan kekuatan, maka selayaknyalah bagi kita untuk hanya meminta kepada-Nya termasuk memohon istiqamah dalam Agama Islam ini.

2. Berusaha untuk kontinyu dalam beramal
Dianjurkan memilih amalan shalih menurut kemampuan yang tidak memberatkan dirinya supaya ia dapat kontinyu dalam beramal. Jadi berusaha dengan sangat untuk melakukan amalan ini dalam keadaan apa-pun, tanpa kecuali. Karena sekali kita membuat pengecualian, membuat alasan atau mangkir dari melakukan amalan ini, maka akan makin berat dan malas untuk melakukannya di lain waktu

3. Meneladani Para Salaf dalam Beramal
Meneladani para Salaf akan mendorong jiwa untuk mengikuti jejak mereka. Generasi Salaf dahulu berbeda-beda dalam beramal, ada yang banyak dan ada yang sedikit. Namun, mereka senantiasa kontinyu dalam beramal. Mereka adalah kaum yang sangat jauh dari sikap berlebih-lebihan dan memaksakan diri. Mereka istiqamah meskipun amalannya sedikit. Dan teladan mereka adalah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam yang shalat malam hingga kulit kaki beliau pecah-pecah.

Cukuplah dalam hal ini kita mengambil hikmah dari firman Allah Ta’ala berikut:

“Dan (dia mengatakan), ‘wahai kaumku, mohonlah ampun kepada Rabb-mu lalu bertaubatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras bagimu sekalian, dan Dia akan menambahkan kekuatan pada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan perbuatan dosa’.” [QS. Huud: 52]

Perbuatan dosa yang kita lakukan akan menyebabkan noda di hati kita, dan akan melemahkan kita untuk melakukan ibadah. Oleh karena itu dianjurkan untuk banyak bertaubat dan beristighfar, agar kita diberikan kekuatan oleh Allah SWT untuk senantiasa bisa istiqamah dalam ibadah.

4. Target Ibadah dan Amal Shalih
Mempunyai target dalam beribadah dan beramal shalih yang realistis dan sesuai kemampuan diri akan membantu menumbuhkan motivasi dan arah yang jelas untuk terus beramal dan istiqamah.

5. Selalu Intropeksi Diri
Intropeksi diri (muhasabah) sangat diperlukan bagi jiwa agar tidak merasa jenuh dan bosan dalam beramal shalih. Intropeksi diri akan membuat jiwa bercermin dan sadar atas tujuan penciptaan manusia di dunia ini, yaitu untuk beribadah kepada Sang Khaliq.

6. Mengingat Mati
Ingat mati (dzikrul maut) terbukti mampu memompa semangat jiwa untuk beribadah kepada Allah Ta’ala dan istiqomah di jalan-Nya

Maraji' : shalihah.com


picture from: www.hifzhuakbar.blogspot.com